Perusahaan Judi Besar Inggris Berikan Update Perkiraan Industri Judi Terkait Dampak Virus Corona

Perusahaan Judi Besar Inggris Berikan Update Perkiraan Industri Judi Terkait Dampak Virus Corona

Stars Group mengumumkan bahwa performa dari perusahaannya sejauh ini masih diatas ekspektasi sejauh ini untuk tahun 2020 walaupun terdapat dampak virus corona diseluruh dunia.

Operator mengatakan bahwa segmen Inggris nya yang dimana terdapat Sky Betting & Gaming telah terus melanjutkan momentum yang kuat pada kuartal 1 2020 sementara untuk pendapatan internasional sedikit diatas secara tahunan pada basis mata uang yang konstan.

Sementara CEO Stars Group Rafi Ashkenazi bahagia dengan performa perusahaan sejauh ini, ditangguhkannya ataupun ditundah lebih lebih jauh dari event olahraga utama akan secara alami memberikan dampak jangka pendek untuk pendapatan pada taruhan olahraga.

Perusahaan Judi Besar Inggris Berikan Update Perkiraan Industri Judi Terkait Dampak Virus Corona

Wabah yang dilaporkan telah mencapai 175 ribu kasus di seluruh dunia ini telah membuat semua liga sepakbola di Inggris mulai dari Premier League hingga League Two dihentikan hingga paling tidak awal April termasuk juga liga utama Eropa lainnya.

Namun, William Hill mengatakan bahwa dampak virus ini kemungkinan akan mengurangi EBITDA grup menjadi 100 juta pounds dari 110 juta pounds pada tahun lalu, mengarisbawahi fakta bahwa pendapatan tahun lalu sebesar 53 persen dihasilkan dari taruhan olahraga.

Operator juga menghentikan dividen hingga pemberitahuan yang lebih jauh, mengatakan bahwa dividen akhir untuk tahun 2019 tidak akan diajukan pada Rapat Umum Pemegang Saham pada Mei ini.

CEO William Hill Ulrik Bengtsson mengatakan, “Kami telah mengambil tindakan untuk mempertahankan kapabilitas operasional kami, untuk mengamankan dan meningkatkan likuiditas kami dan memastikan kami berada pada posisi yang kuat untuk kembali beroperasi secara penuh ketika kalender olahraga kembali normal.”

Semenatara itu, GVC Holdings memperkirakan EBITDA akan berkurang hingga kisaran 130-150 juta pounds untuk tahunan jika event olahraga utama benar-benar di batalkan.

Jika toko di Inggris ditutup, EBITDA akan benar-benar berkurang sekitar 45-50 juta pounds per bulan.

CEO GVC Kenny Alexander mengatakan, “Ketika kita tidak mengerti mengenai tantangan yang diberikan oleh COVID-19, GVC pada posisi kuat untuk menangani dampak pada operasi kami.”

Sebelumnya, Flutter Entertainment juga mengumumkan perkiraan yang hampir sama yaitu memperkirakan akan terdapat pengurangan sebesar 90 hingga 110 juta pounds pada EBITDA perusahaan.