Otoritas Pajak Inggris Perluas Penyelidikan Ke Bekas Anak Usaha GVC Di Turki

Otoritas Pajak Inggris Perluas Penyelidikan Ke Bekas Anak Usaha GVC Di Turki

Otoritas pajak Inggris telah memperluas investigasi mereka terhadap bekas anak perusahaan online GVC Holdings di Turki untuk memeriksa adanya tidaknya potensi pelanggaran perusahaan.

Harga saham GVC Holdings mengalami penurunan dari 8,71 pounds menjadi 7,61 pounds ketika pengumuman dari otoritas pajak Inggris.

Operator mengumumkan bahwa mereka telah diberitahu pada 20 Juli lalu bahwa investigas dari Her Majesty’s Revenue and Customs (HRMC) telah diperluas setelah diluncurkan pertama kali pada November 2019.

Otoritas Pajak Inggris Perluas Penyelidikan Ke Bekas Anak Usaha GVC Di Turki

Investigasi pada November lalu diketahui dilakukan langsung pada beberapa bekas penyedia pihak ketiga terkait dengan sistem pembyaran untuk judi online di Turki dengan tanpa adanya entitas GVC yang menjadi subjek pemeriksaan.

Namun. jangkauan dari pemeriksaan ini telah diperluas untuk memeriksa adanya pelanggaran potensial yang dilakukan walaupun operator mengatakan HRMC telah gagal untuk menyediakan detail untuk investigasi termasuk bagian mana dari GVC yang sedang diperiksa selain merujuk pada section 7 yang ada pada Undang-Undang Penyuapan tahun 2010.

GVC Holdings menjual anak perusahaannya di Turki yaitu Headlong Limited kepada Ropso Malta Limited pada November 2017 dengan alasan terkait performa dan berhasil mendapatkan 150 juta euro yang dibayar dalam jangka waktu 5 tahun yang mana setelah itu dihapuskan menyusul akuisisi dari Ladbrokes Coral.

GVC mengatakan bahwa mereka cukup terkejut dengan keputusan dari otoritas untuk memperluas investigasi dalam cara seperti ini dan kecewa dengan kurangnya klarifikasi yang disediakan oleh HRMC tetapi akan berkomitmen untuk bekerjasama sepenuhnya dengan pihak otoritas.

Minggu lalu, CEO GVC Kenny Alexander mengumumkan pengunduran dirinya dari dewan yang dimana akan digantikan oleh COO Shay Segev.