Lebih Dari 100 Mantan Pekerja FanDuel Ajukan Gugatan Terkait Akuisisi Oleh Paddy Power Betfair

Lebih Dari 100 Mantan Pekerja FanDuel Ajukan Gugatan Terkait Akuisisi Oleh Paddy Power Betfair

Lebih dari 100 mantan pegawai FanDuel telah memasukan gugatan terhadap investor privat, menuduh telah menipu mereka untuk meminjam uang menyusul penjualan perusahaan ke Paddy Power Betfair.

Gugatan yang dimasukan ke Pengadilan Tinggi New York ini didukung oleh lima pendiri dari situs olahraga daily fantasy, termasuk Co-Founder Nigel Eccles.

Merek mengklaim bahwa perusahaan ekuitas privat Shamrock Capital Advisors dan KKR & Co, dan anggota dari dewan direksi FanDuel pada saat itu telah dengan sengaja menurunkan harga saham untuk keuntungan mereka.

Lebih Dari 100 Mantan Pekerja FanDuel Ajukan Gugatan Terkait Akuisisi Oleh Paddy Power Betfair

Ini terkait pada penjualan FanDuel kepada Paddy Power Betfair pada tahun 2018 yang mana saat ini bernama Flutter Entertainment seharga 465 juta dollar AS.

Ini menyusul gugatan yang sama di masukan pada 2018 oleh pendiri FanDuel di Skotlandia yang mana tidak berhasil dengan perbedaan utama waat ini adalah jumlah mantan pekerja yang mendukung ini.

Gugatan ini menyatakan bahwa pemegang saham yang telah ditunjuk dan perusahaan ekuitas privat akan mendapatkan 559 juta dollar AS pertama untuk pembayaran dari pengambilalihan ini tetapi sebagai akibat dari valuasi yang berada di bawah jumlah tersebut maka para pemegang saham lainnya tidak mendapatkan apapun.

Gugatan juga mengklaim bahwa perusahaan ekuitasn juga mendapatkan 40 persen saham di FanDuel Group dengan menurunkan harga perusahaan yang mana diklaim telah memiliki nilai mencapai 1,2 miliar dollar AS sebelum proses pengambilalihan oleh Paddy Power Betfair.

Menurut gugatan ini, para penggugat mencari pengenaan dari semua hasil yang diperoleh dari transfer atau kenaikan harga yang dimiliki oleh terggugat sebagai hasil dari akuisisi FanDuel oleh Paddy Power Betfair.